Sunday, January 24, 2010

CINTA SEJATI ITU SEMU

Begitu banyak yang mengejar dan berani melakukan dan menerima segala resiko apapun demi mendapatkan cinta sejatinya. Semua sebetulnya bermuara pada cita-cita besar yang dengan bermodalkan cinta sejati tersebut setidaknya kebahagiaan sudah setengah perjalanan tercapai. Namun kalau kita dalami lagi betulkah keyakinan yang menghinggapi hampir seluruh umat manusia ini? Apakah tujuan hidup yang disebut kebahagiaan itu akan kita dapatkan ketika kita telah mendapatkan cinta sejati kita? ah....rasanya harus kita renungkan kembali keyakinan itu.

Cinta apapun jenisnya, baik itu cinta sejati, cinta tidak sejati, cinta palsu, cinta murni serta apapun sebutannya, rasanya kalau kita kaji kembali hanya ketika nikmati semasa manis pahitnya berpacaran saja. Mungkin ada yang bertanya masak sih? bukankah esensi pengembaraan panjang kehidupan adalah pencarian cinta adalah cinta sejati?

Coba kita uji dan pertanyakan kembali baik-baik pada diri kita. Kalau perlu renungkan dan perhatikan kembali orang-orang yang pada masa pacarannya merasa telah meraih cinta sejatinya ketika berpacaran dan berlanjut pada jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Apakah setelah sekian lama cinta sejati itu masih terasa penting bagi mereka? Apakah kecemburuan yang dulu ada sama besarnya ketika berpacaran? Apakah perhatian yang didapat masih utuh seperti dulu sebelum nikah?

Tentu kita akan mendapatkan jawaban tentu saja tidak, pasti jauh berkurang, atau bahkan sangat mungkin semua itu telah jauh hilang entah kemana. Sesuatu yang harus kita sadari dan kita pahami disini adalah, cinta apapun jenis dan namanya saat pernikahan terjadi telah tergantikan oleh hal-hal yang terasa lebih wajib. Ada kewajiban mencari nafkah, memberi perhatian kepada buah hati dan keluarga yang bentuknya bermacam-macam mulai dari kesehatan, pendidikan dan puluhan jenis kewajiban lainnya. Pada tahap ini pasangan akan lebih disibukkan pada bagaimana bisa memenuhi segala kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya. Disinilah makna cinta sejati tidak menjadi esensi kehidupan yang disangkakan sebelumnya. Ini akan menjadi lebih parah ketika orang mengkonotasikan cinta pada tahap akhirnya adalah seks. Mereka akan merasa tertipu dengan itu.

Karena itulah menurut hemat penulis kita harus lebih hati-hati lagi dalam memaknai cinta sejati. Jangan sampai seluruh waktu dan energi kita habis justru hanya untuk mendapatkan sesuatu yang akan kita sesali nantinya. Semoga kita bisa lebih bijak dan arif dalam merenungkan semuanya.

R 4 B

3 comments:

F4iz said... Balas

Yang semu itu cinta yang disemukan.... eit nyambung ga ya... :-)

Tweets that mention CINTA SEJATI ITU SEMU « Ruang Belajar Bersama -- Topsy.com said... Balas

[...] This post was mentioned on Twitter by ahmad fauzi, ahmad fauzi and ahmad fauzi, ahmad fauzi. ahmad fauzi said: CINTA SEJATI ITU SEMU: http://wp.me/pD9d7-X [...]

maya chan said... Balas

aku setujuu banget sma tulisan diatas, scara gtu mending kita langsung nikah, jangan lama2 pacaran..nti pas nikah udah bosan..hehehe

Post a Comment

Twitter Facebook

 
Powered by Blogger