Tuesday, January 12, 2010

PILIHAN DALAM CINTA

Diantara Pilihan CintaSeorang teman mencurahkan isi hatinya pada saya hari ini. Begitu dalam apa yang menjadi keresahan dalam hatinya, sehingga dengan tarikan nafas berat ia memulai ceritanya dengan sebuah pertanyaan. "Apakah boleh dalam cinta kita memilih diantara dua pilihan yang sebetulnya diantara keduanya kita sama-sama membutuhkan? sehingga kita pada posisi seperti tidak boleh memilih tetapi dipaksakan harus memilih salah satunya?" Teman saya yang sebut saja Andika bertanya kemudian tertunduk lesu seperti tidak mengharapkan sebuah jawaban.

Saya terdiam sesaat dan tidak menjawab. Semua ide dan saran yang biasanya selalu ada pada semua persoalan hari ini terasa kosong, hanya tarikan nafas panjang yang bisa saya perlihatkan sembari menutupinya dengan menikmati rokok yang sedari tadi sebetulnya tak terasa spesial, biasa-biasa saja seperti hari-hari pada umumnya.

Melihat ini Andika juga terdiam. Karena suasana menjadi hening sesaat namun terasa agak lama dia kemudian melanjutkan ceritanya. Andika hari ini mendekati hari yang dinanti-nanti banyak orang yaitu pernikahan. Hanya tinggal 2 bulan saja dia akan segera menikah, sebuah hari yang seharusnya bisa dinikmati dengan perasaan berdebar-debar, campuran antara hati yang gembira dengan keinginan untuk segera berlangsung hari tersebut. Namun dia tidak bisa menikmatinya dengan sempurna karena hari ini mantan pacarnya yang dulu sangat dicintainya datang lagi dan ingin kembali padanya. Perempuan tersebut mengaku khilaf telah meninggalkannya dan kini bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan kembali cinta Andika.

Sedangkan calon istri yang akan dinikahi Andika hari ini lebih pada pelarian karena dia telah ditinggalkan oleh mantan pacarnya tersebut. Namun calon istri tersebut cukup sempurna bagi Andika. Dia adalah seoran perempuan yang sangat pengertian, penurut, tidak menuntut apapun selain kesetiaan Andika, perempuan yang sempurna untuk hidup berumah tangga.

Akan tetapi jauh dilubuk Andika hari ini cinta yang pernah tumbuh subur kemudian hancur kini bersemai kembali kepada mantan pacarnya yang datang tersebut. Sang mantan adalah wanita yang cukup sempurna secara fisik. Dia cantik, seksi, tinggi semampai, semua kategori perempuan sempurna secara fisik ada pada mantan pacarnya tersebut. Namun sayangnya sang mantan lebih takut untuk menjadi orang yang kurang mampu nantinya dalam materi. Dia takut Andika jika menjadi suaminya tidak akan mampu mencukupi kebutuhan materinya.

Sebenarnya dalam lubuk hati terdalam Andika mempunyai cinta yang lebih besar pada sang mantan pacar. Kepada calon istrinya dia merasa mempunyai perasaan sayang yang jauh dari cinta. Pada posisi sekarang dia teramat bingung untuk sekedar menentukan langkah apa yang akan dia ambil untuk masa depannya nanti. Mendengar cerita itu saya hanya terdiam dan kembali tidak mempunyai ide dan saran. Saya meminta dia untuk menunggu karena saya memerlukan waktu untk berpikir yang tidak bisa saya lakukan saat itu juga. Maka saya meminta kelonggaran waktunya sampai esok agar saya tidak memberika saran yang salah.

R 4 B

0 comments:

Post a Comment

Twitter Facebook

 
Powered by Blogger