Friday, January 21, 2011

Sekelumit Kisah Kesunyian

Senja terdiam disudut taman bersama bayu yang sedari tadi juga sibuk dengan pikirannya yang sebenarnya ia juga tak mengerti sedang memikirkan apa pastinya. Untuk ukuran sepasang insan yang berdua di taman, berlalunya waktu dengan diam adalah sesuatu yang tak menenangkan. Semenit terasa begitu lama dan membosankan. Tanpa ada kata keduanya bagai orang yang sedang menunggu bus di terminal tanpa dengan tujuan masing-masing tanpa saling mengenal, tanpa bicara. Perumpamaan tersebut menjadi biasa dalam dunia nyata, tapi bayu da senja adalah sepasang kekasih yang sebetulnya ingin menghabiskan waktu dengan berdua saja di taman, namun yang terjadi justru tanpa kata, Cuma sunyi yang terjaga.

Adakah pertengkaran atau kesalahpahaman diantara keduanya, sepertinya tidak. Buktinya, mereka masih mampu berbagi air mineral dalam botol taggung yang cuma ada satu. Entah apa yang terjadi,  mereka berdua sebenarnya juga tidak mengerti kenapa kemudian sunyi yang menguasai taman kala itu. Tak ada guratan kesedihan ataupun rasa amarah yang sedang berkecamuk pada wajah keduanya, semua terlihat biasa-biasa saja, apa adanya, seperti hari-hari mereka yang lain. Tapi ada apa dengan hari ini? Kenapa waktu seakan terhenti dalam diam?

15 menit telah berlalu, kesunyian itu semakin mencekam dan bukan lagi jelmaan sesuatu yang biasa. Keduanya mulai resah namun bingung harus melakukan apa. Keresahan Bayu semakin terlihat dari posisi duduknya yang mulai terlihat tak nyaman lagi. Akhirnya Bayu menyerah dan meraih jemari Senja sambil berkata dengan nada yang biasa pula, tanpa ada beban, tanpa ada amarah di dalamnya “ayo kita pulang”. Senja tidak menjawab ajakan itu dengan perkataan, dia hanya diam dan menurut ketika Bayu meraih jemarinya sambil berdiri dan mengajaknya pergi meninggalkan taman tersebut.

Dalam perjalanan, sambil berboncengan diatas motor mereka berdua juga tidak berkata sepatah katapun. Bayu erkonsentrasi pada padatnya jalan, sedang Senja Cuma berdiam diri sambil menunduk. Setengah jam berlalu akhirnya motor berhenti di depan kamar kos Senja. Bayu menghentikan motornya dengan lembut, kemudian Senja turun dari motor. Keduanya kemudian berdiri terpaku sambil menatap satu sama lain tanpa ada kata yang keluar dari bibir keduanya. Bayu mendekati Senja, kemudian dia mengecup kening Senja dengan lembut sambil berkata “I love you so much honey”. Setelah itu Bayu pergi dengan motornya, Senja melangkah gontai masuk kedalam kamar kosnya.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Facebook

 
Powered by Blogger