Friday, January 25, 2013

Terjebak Belahan Jiwa

Pernahkah anda merasakan sebuah hubungan dengan seseorang yang terjalin begitu dekat? Sesorang yang saya maksud disini adalah seseorang yang minimal akan mampu menggetarkan hati anda ketika berada didekatnya. Pasti anda sudah tahu seseorang yang dimaksud. Bukan keluarga, bukan teman dekat apalagi tetangga. Yups, benar yang dimaksud disini adalah pacar, atau dalam bahasa lirik lagu adalah belahan jiwa.

Pada saat demikian yang namanya belahan jiwa, bisa dipastikan jiwa anda telah bersama jiwa yang lain. Ini artinya anda bersedia untuk melakukan apa saja dengannya, memberikan yang anda punya demi membahagiakan dirinya. Pemberian yang dimaksud adalah pemberian yang bukan melulu harta benda, bisa berupa perhatian, kasih sayang, dll yang akan mampu minimal membuat dia tersenyum sebagai salah satu tanda bahagia.

Sekian lama anda berusaha dengan segala apa yang ada dalam diri anda, ternyata dia melakukan hal yang sebaliknya. Setiap malam anda tidak mudah untuk memejamkan mata hanya karena hadirnya dia dalam pikiran anda. Setiap detik anda memikirkan bagaimana cara untuk membahagiakan dirinya. Anda selalu berfikir apa yang akan anda berikan/lakukan esok hari untuk membahagiakan dia, memberi kejutan manis untuknya. Bahkan mungkin anda sering membayangkan akan hidup selamanya berdampingan dengan si dia. Setiap ada lagu romantis anda selalu teringat padanya.

Namun setelah upaya yang seakan tiada habisnya untuk membahagiakan dan membayangkan hidup bersamanya, ternyata ada perlakuan yang sebaliknya yang anda terima. Apakah anda akan mampu segera menerima ini. Tidak akan mudah saya pikir, sering orang terjebak dan dibutakan oleh jiwanya sendiri. Keburukan pasangan seakan tertutupi oleh cinta yang telah lama melekat dan mengakar pada jiwa anda. Seringkali nyata-nyata dia tidak memperlakukan anda dengan cara yang sama seperti perlakuan anda terhadapnya, anda justru terus berpikir positif terhadapnya. Masih ada peluang dan kesempatan, dia tidak mungkin seperti itu, pikir anda.

Pada saat sperti ini akal sehat sering dikalahkan oleh perasaan cinta itu sendiri. Padahal akal sehat anda sudah mengatakan “stop and wake up” tapi kita malah terjebak pada perasaan kita yang sebenarnya akan menjatuhkan kita pada jurang sakit hati yang semakin dalam. Bagaimana pendapat anda?

1 comments:

Anonymous said... Balas

hhhmmmmmmmmm....kadang emang sulit untuk melawat perasaan kita sendiri.logika sering kalah oleh perasaan kita,inilah yg pada akhirnya menjebak kita.salut and salam kenal.

Post a Comment

Twitter Facebook

 
Powered by Blogger