Saturday, January 16, 2010

MEMILIH DAN MEMUTUSKAN CINTA (SEJATI)

Saat kita mencermati cerita Andika pada tulisan ini sebelumnya. Ada pertanyaan penting yang mungkin harus kita renungkan. Apa makna cinta disini? Sebagai manusia yang diberi hak untuk mencintai dan dicintai oleh Tuhan, kita dihadapkan pada pilihan yang harus kita tentukan untuk dipilih. Tidak bisa kita mendapatkan keduanya, karena justru akan menghancurkan semuanya.

Sekali lagi, kita berhak untuk mencintai dan dicintai, namun satu hal yang harus menjadi catatan disini. Bisakah kita belajar untuk mencintai dan meninggalkan cinta kita yang kita anggap sejati, tetapi memilih untuk belajar mencintai dengan pertimbangan pemikiran untuk kebahagiaan dan masa depan kita. Artinya dalam menentukan cinta kita juga memakai pertimbangan rasio, tidak hanya berpijak pada hati dan nafsu. Adakah yang salah dengan keputusan ini?

Memilih untuk mengedepankan rasio daripada hati, bisa jadi akan membuat kita terluka pada awalnya atau barangkali akan kita sesali suatu saat nanti. Tetapi lebih memilih hati tanpa mempertimbangkan rasio bisa jadi kita akan bahagia selamanya seperti kisah dongeng 1001 malam, dan tidak menutup kemungkinan kita akan kedodoran seperti yang ada dalam dugaan kita saat memakai rasio. Semua ada resikonya, tetapi disinilah yang harus kita cermati. Sejauh mana kita bisa meminimalisir resiko buruk yang akan kita jalani nantinya. Ada pameo mengatakan lebih baik berdebat hari ini daripada nanti kita akan berkelahi.

Siti Nurhaliza memutuskan untuk menikah dengan orang yang jauh diluar dugaan setiap penggemarnya adalah sebuah keputusan yang sangat berani bagi saya. Calon suaminya bukanlah seorang artis, bukan pemuda yang sangat tampan, bukan pula keturunan dari barat. Penggemarnya banyak yang sangat menyayangkan ketika itu bahkan ada pula yang menangis dan bertanya kenapa? Namun bagi saya keputusan tersebut adalah yang terbaik bagi yang memutuskan dan tentunya telah melalui pertimbangan panjang. Sampai kini juga tidak ada kabar miring tentang rumah tangga mereka.

Masa depan yang akan kita jalani tidak bisa diatur oleh pandangan orang lain. Apa yang menurut orang tidak pantas, tidak layak untuk kita, tidak seharusnya. Bukan berarti harus kita ikuti alur tersebut karena kita terlalu takut untuk menantang arus dan pandangan orang banyak nantinya. Kita boleh dan sama sekali tidak berdosa untuk memilih apa yang kita yakini menurut hati dengan pertimbangan utama rasio kita. Karena sejujurnya pilihan yang hanya berpijak pada hati biasanya lebih banyak berlatar belakang nafsu dan ketakutan-ketakutan duniawi saja. Semoga kita akan lebih bijak dalam menentukan pilihan dan mengambil keputusan.....

R 4 B

7 comments:

si Gen said... Balas

waw, sebuah pandangan mengenai cinta yang membuat saya sangat terkagum sam yang punya blog ini...

tapi aku ngga bisa memberi komentar. Pemahaman ku tentang cinta masih sangat dangkal, hanya mengenal cinta dari kulit luarnya saja....

Salam cinta selalu.

icus said... Balas

btul-btul-btul. kalo cinta itu memang membutuhkan pertimbangan yang matang apalagi untuk menuju jenjang pernikahan. n cinta tidak memandang wajah jelek atau ganteng, wahai seluruh wanita di dunia dan lelaki yang ada dimana aja ?? jangan malu terhadap diri sendiri atau punya pacar yang jelek ?? justru perkenalkan ia kepada temanmu yang bertanya pada mu ?? itu adalah satu resep dari bumbu cinta... okey ...

Hendri said... Balas

wah wah wah....susah dimengerti juga seh yg namanya cinta, yg jelas katanya seh penyakit, sembuhnya susah banget.....

E_N_D_Y said... Balas

Ada pepatah mengatakan bahwa dari dulu begitulah cinta, penderitaannya tiada berakhir.... Setiap kali ada cinta pasti ada penderitaan....

Ferie said... Balas

Saluut
mantab artikelnya bro, setuju nih.
Masuk ke akal aku, hehehe..

salam kenal

ruang4belajar said... Balas

terima kasih atas apresiasinya mas, salam kenal jg.

nonik yang mencintaimu said... Balas

sampai detik ini, aku masih sangat mencintaimu. aku disini juga terluka. tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. setiap saat desah nafasku hanya buat kamu mas. sampai kapanpun aku tidak akan bisa mencintai orang lain.

Post a Comment

Twitter Facebook

 
Powered by Blogger