Kita tidak berdiri sendiri dan hidup dengan kemampuan untuk mengatasi segala sesuatu sendiri. Ada banyak manusia lain disekitar kita, ada yang berada dalam posisi keluarga, teman, sahabat, bahkan musuh sekalipun dan berbagai posisi lain yang sebetulnya merekalah yang mau tidak mau, suka tidak suka harus kita akui telah menopang kehidupan kita. Ada peran mereka sesuai dengan porsi posisi mereka masing-masing yang membantu kita sampai pada posisi kita sekarang ini.
Karenanya kita tidak bisa mengesampingkan eksistensi mereka yang ada disekitar kita itu. Tanpa mereka mustahil kita akan berada pada posisi kita sekarang ini, sebagus dan seburuk apapun posisi kita. Tidak ada manusia yang mampu dalam segala hal melakukan dan mengatasi semua kebutuhannya secara sendiri dan tanpa bantuan dari siapapun.
Dari situlah kemudian lahir yang namanya aturan, kaidah, norma, agama atau apapun namanya yang tujuannya untuk mengatur agar kepentingan seorang individu atau kelompok tidak merugikan orang lain bahkan menghianati kepentingan sesamanya. Dalam hal inilah mungkin yang melatarbelakangi kenapa kemudian kita harus berada pada posisi on the right track, agar kita tidak mengganggu kepentingan orang lain atau mencuri kesempatan orang lain. Ketika kita tidak pada posisi yang seharusnya maka orang lain akan mendapatkan kerugian dan kita akan mendapatkan punishment baik yang legal formal atau berupa dosa yang pada akhirnya akan membuat kita mendapatkan punishment juga pada akhirnya, meskipun ini kelak.
Ketika kita beranjak dewasa dimana kita sudah bisa menentukan mana yang baik dan yang buruk, mana yang merugikan orang lain atau sebaliknya, maka kita akan dibiarkan untuk memilih dan memilah. Tidak lagi diajarkan, bahkan ditunjukkan dengan jari telunjuk didepan mata kita mana yang seharusnya kita pilih dan nantinya akan kita tempuh. Disinilah pengalaman, perenungan serta kedewasaan dalam berpikir yang akan membantu kita dalam menentukan pilihan. Seseorang yang sering jatuh bangun dan salah dalam menentukan pilihan akan lebih matang karena telah dimatangkan oleh pengalaman tersebut. Namun ini bukan berarti harus jatuh bangun dan salah dulu baru kemudian kita akan lebih bijak dalam menentukan dan memilih. Berbahagialah orang yang belajar untuk selalu sadar atas pilihannya.
R 4 B
Wednesday, January 6, 2010
SADAR ATAS PILIHAN
Posted by ahmadfauzi on 12:48 AM


0 comments:
Post a Comment