“Tuhan maha adil kan, dia menciptakan baik dan buruk, bagus dan jelek, manis dan pahit. Aku yakin dia juga menciptakan sifat mengalah dan mau menang sendiri. Kenapa kita tidak boleh memilih salah satunya? Kenapa kita disarankan bahkan dilarang untuk memilih yang orang anggap itu salah?“ protes teman saya ketika kita nongkrong-nongkrong di warkop.
Apa yang dikatakan oleh teman saya sepertinya tidak sepenuhnya salah, yang berarti tidak juga sepenuhnya benar. Tuhan memang menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan didunia ini, kita juga belum diberitahu apa alasan detailnya. Faktanya begitu kita lahir kita seakan telah disuguhkan dengan apa yang Tuhan ciptakan itu yang berwujud berpasang-pasangan. Sebagai ciptaannya, apakah kita punya hak untuk menolak dan memilih tanpa ada aturan dan larangan? Tidak juga ternyata. Diantaranya keduanya kita harus memilih sesuatu yang sering orang katakan itu lebih baik dan akan membuat kita juga memperoleh sesuatu yang baik pula. Dan celakanya yang mengatakan itu adalah orang-orang yang lahir sebelum kita, dengan kata lain dialah atau merekalah yang punya pengalaman lebih dan barangkali pernah punya pengalaman buruk dengan menjatuhkan pada pilihan yang salah.
Pertanyaannya adalah kalau Tuhan menciptakan segala sesuatu itu berpasangan kenapa kita tidak diberi hak untuk memilih diantara dua ciptaan itu, bahkan kita akan mendapat hukuman kalau kita salah dalam memilih. Apakah ini memang Tuhan sebagai pencipta berhak menentukan apa yang Dia mau dan Dia ingin. Mungkin bisa jadi juga begitu, tapi dalam persoalan ini kayaknya tidak seperti itu deh...
Trus apa sebenarnya yang Tuhan inginkan dengan semua teka-teki yang sama sekali tidak lucu ini. Kita diciptakan berwujud manusia dibekali semuanya, otak, hati, nurani, pikiran, kekuatan fisik. Semua perangkat diatas sebenarnya bisa dipakai untuk menganalisa berbagai persoalan yang kita anggap itu sebagai persoalan yang layak untuk dipikirkan dan dicarikan jalan keluar. Apakah memang segalanya dibuat dengan misterius agar manusia lebih banyak berpikir daripada berperang. Ternyata perenungan dipagi buta ini tidak menemukan ujung pangkalnya. Semoga pada ruang yang lain penulis dapat untuk sekedar mencari tahu dimana letak persoalan dan masalah yang seharusnya bisa dipecahkan dan dijadikan bahan diskusi, semoga saja.
R 4 B
Monday, January 4, 2010
TENTANG PILIHAN
Posted by ahmadfauzi on 10:49 AM


0 comments:
Post a Comment