Sunday, February 13, 2011

LOGIKA DASAR CINTA

Sebuah Renungan di balik Cerita.

Pasangan berbeda jenis kelamin yang sedang duduk-duduk di taman itu tampat memperdebatkan sesuatu yang teramat penting. Sesekali si perempuan mengernyitkan dahi sambil bahunya terangkat. Meski terlihat sedang berdebat tapi mereka tidak kelihatan sedang bertengkar. Sepertinya perdebatan itu sudah sering terjadi, karena jelas terlihat serius perdebatan itu tapi tidak ada raut marah pada wajah mereka berdua. Bahkan sepertinya memang mereka berupaya mencari titik temu akan sebuah pendapat tertentu.

Karena jarak yang lumayan jauh aku tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Inilah yang sebenarnya buat aku penasaran, karena bagiku melihat sepasang manusia berdebat yang berbeda jenis kelamin adalah sebuah kegiatan yang menarik meski cuma mendengarnya saja. Menarik karena mungkin saja mereka sedang memperdebatkan sesuatu yang sangat remeh dan bukan hal yang prinsip tapi perdebatan terlihat sangat serius. Seperti melihat dua orang anak kecil yang sedang berdebat tentang siapa yang akan menang kalau Satria Baja Hitam diadu melawan Rambo. Berangkat dari rasa penasaran yang kian menguat maka aku berusaha mendekat, dengan langkah yang diatur pelan supaya mereka berdua tidak curiga bahkan diusahakan mereka tidak merasakan kehadiranku meski jaraknya cuma beberapa centimeter saja, hehe….

“Sudahlah sayang kenapa hal itu terasa amat penting bagimu, tak bisakah kamu merasa cukup dengan cinta dan perhatian yang sudah kuberikan selama ini”, ucapa si pria dengan nada protes. Oh…ternyata mereka adalah sepasang kekasih, wah…tambah asik kegiatan menguping ini apalagi yang dibicarakan soal cinta what a lucky day I got, pikirku.

Si perempuan menarik nafas dalam-dalam “Sebelum menikah ini kuanggap menjadi penting sayang, kalau dulu dalam masa pacaran mungkin itu semua kuanggap sebagai sesuatu penambah keyakinanku saja. Tapi sekarang sebelum ikatan legal ada diantara kita, aku ingin persoalan ini diperjelas. Masak selama kita pacaran kamu tidak juga mampu menemukan satu saja alasan kenapa kamu mencintaiku. Aku butuh alasan karena kita akan memulai hidup baru sayang. Bagiku cinta adalah rasional, ketika kamu tidak punya alasan logis mencintaiku bagaimana kita akan menghadapi hidup dan kehidupan yang makin tak rasional ini”.

Oh….ternyata mereka berdua sedang memperdebatkan alasan si pria kenapa mencintai gadisnya, penting apa gak ya kira-kira, halah didengerin saja apa cerita selanjutnya, hehe….kayak snetron saja ya. Kayaknya si pria sempat melirikku yang berada cukup dekat dengan tempat duduk mereka, dengan segera aku berpura-pura utak atik handphone di tanganku seperti orang yang sedang sibuk membaca pesan yang sangat penting. Sempat aku berdebar-debar juga, takut kalau sang pria mendamprat karena tahu aku menguping mereka dari tadi. Halah….seperti sedang mengintip cewek mandi saja pakai berdebar-debar pikirku.

Si pria hanya terdiam mendengar permintaan kekasihnya yang memang terdengar aneh menurutku. Aneh karena tidak semua pasangan dan belum pernah kudengar bahkan dalam sebuah sinetron sekalipun tentang perdebatan dengan tema yang seperti ini. Namun bagiku alasan dari si cewek sebenarnya cukup masuk di akal juga. Mereka akan menikah dan cinta adalah fondasi utama dari bangunan mahligai yang akan segera mereka bangun. Dan mungkin saja bagi si cewek fondasi yang paling dasar dari itu semua adalah alasan mengapa ada cinta di antara mereka. Sebuah perdebatan yang berat menurutku, akhirnya kutinggalkan perdebatan itu daripada aku malah malu kalau ditanya sedang apa aku duduk disitu.

4 comments:

MJ said... Balas

yaaaah,kenapa ditinggalin??? yang baca yang jadi pnasaran jawabaannya nih... --" kecewa mode on..

Lily Kasim said... Balas

berkunjung ke ruang putih....

feri said... Balas

wuih, keren bahasanya bro... hehe
tapi kok malah berdebat yang tak jelas sih?
hehe...

DSK said... Balas

keren hasil mengupingnya xixixi :)

Post a Comment

Twitter Facebook

 
Powered by Blogger