Wednesday, August 30, 2017

Upgrading Kapasitas Diri

Pernahkah anda mendengar kalimat ini "wah hebat sekali dia, atau wuih ini baru produk yang canggih". Sebuah kalimat pujian pada orang atau pada suatu barang.

Pernahkah kita mengamati pada hal-hal dibalik itu semua. Maksud saya yang kita lihat adalah hasil. Dan hasil adalah bentuk akhir dari sebuah proses, yang bisa jadi memakan waktu yang tidak sebentar. Dalam rentang waktu yang dimaksud pasti ada usaha dengan berbagai model dan jenisnya.

Sebuah usaha --bagian dari kata proses diatas-- pastilah berjibaku dengan letih, bosan, kerja keras, keuletan dan seterusnya. Hal inilah yang sering dilupakan oleh banyak orang. Ada mata rantai panjang yang harus dilalui, bukan bim salabim alias instan.

Untuk menjadi survive pada kondisi apapun pasti tidaklah mudah. Butuh perjuangan keras untuk itu. Harus selalu ada ruang evaluasi, pengamatan, pembelajaran, inovasi atas tiap perkembangan zaman.

Ketahuilah bahwa televisi hitam putih adalah produkk yang paling hebat pada zaman radio. Tapi saat televisi berwarna hadir, yang hitam putih menjadi sampah, digantikan televisi berwarna. Televisi LCD menjadi yang paling hebat pada zaman televisi tabung yang cenderung besar dan sangat tebal. Tapi televisi LCD menjadi sampah saat televisi LED mendominasi. Kemudian ternyata ada yang lebih hebat lagi yaitu televisi plasma. Akan seperti itu terus menerus dan tidak akan berhenti, karena zaman terus berkembang.

Begitu juga manusia, jangan merasa anda yang terhebat, paling kaya, paling jenius, dan seterusnya. Selama anda tidak berkembang dengan meng-upgrade kapasitas dan kemampuan anda, maka disitulah anda berhenti pada satu titik, menunggu tergusur oleh pengganti baru, dan anda menjadi sampah.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Facebook

 
Powered by Blogger