Monday, August 28, 2017

Media Sosial; diantara Madu dan Racun

Kadang kita tak sadar bahwa apa yang kita tulis dan umbar di media sosial bukan hanya konsumsi kita sendiri.

Ketahuilah, ini juga menjadi konsumsi teman-teman kita, tetangga kita, saudara kita, ponakan kita, bahkan anak-anak kita sendiri.

Sadarkah kita, ditengah asiknya kita buat status dengan kebebasan ide dan ego kita yang bahkan kadang berisi umpatan dan cacian, telah jadi konsumsi anak bangsa. sedikit atau banyak kita telah memberi input berdasar ego dan subyektifitas kita sendiri.

Terlepas dari benar dan salah, barangkali ada hal yang harus senantiasa kita ingat, bahwa tanpa kita sadari kita telah menanam, memberi warisan, mendidik, memberi contoh. Dan anak-anak adalah pengingat dan peniru yang baik. Apa yang anda coret diruang ini bisa jadi akan menjadi warna generasi mendatang.

#responsible_freewill

0 comments:

Post a Comment

Twitter Facebook

 
Powered by Blogger