Begitu juga dalam menjalani cinta, menurut penulis dalam cinta itu ada pasangan yang menjalaninya. Cinta bisa terwujud manakala dua insan saling mempunyai ikatan rasa yang sarat makna. Cukup banyak tela’ah dan analisa dalam hal ini. Ada begitu banyak penyebab yang menjadikan pasangan bisa jatuh dalam rasa yang bernama cinta. Kali ini kita tidak akan membahas ini.
Menurut penulis dalam jalani cinta semua mempunyai posisi sama dan berimbang. Tidak ada yang lebih dan tidak ada yang berada pada posisi yang kurang. Tidak boleh ada yang merasa diatas dan yang lain dibawah, jangan sampai ada yang mendominasi dan yang lain hanya jadi obyek. Setiap individu punya kelebihan dan kekurangan. Dalam menjalani cinta tersebut tiap pasangan harus mempu kelola ini menjadi modal dalam mencapai tujuan dari cinta yaitu kebahagiaan.
Disinilah kita harus menempatkan ego dalam porsi yang sebenarnya. Karena sebuah karunia dari Tuhan yang pasti ada dalam diri kita maka kita tidak akan mampu membuangnya. Ketika kita mampu menempatkan ego pada posisinya maka cinta akan mampu menjadi buah yang ranum dan mampu dinikmati oleh masing-masing pasangan yang akan bisa dinikmati setiap saat.
Saat cinta telah menjadi kesepakatan sebuah pasangan dan dijadikan modal dasar dalam menjalani kehidupannya maka otomatis ego menjadi modal yang kesekian kalinya setelah cinta. Yang menjadi catatan disini adalah cinta sebagai modal dasar dan yang lain termasuk ego adalah modal kesekian kalinya. Jadi apapun persoalan yang timbul dikemudian hari maka pecahkanlah dengan cinta bukan dengan ego apalagi nafsu. Tidak ada kehidupan apalagi pasangan yang sempurna memang, namun kesadaran dalam memaknai dan memahami ini adalah penting. Karena kebahagiaan yang menjadi muara dari semuanya merupakan cita-cita bersama baik pasangan maupun individu yang akan mencari pasangannya. Semoga kita dijadikan salah satu makhluk Tuhan yang senatiasa mawas dan sadar.


2 comments:
wuih...............tampilane baru rek,tambah maniiiisss eje.
Ketika ego mendominasi maka diri trasa lebih dari orang lain.yg dilakukan cuma menginstrospeksi orang lain,melupakan diri sendiri yang sebenarnya masih sangat perlu diinstrospeksi.semoga kita bisa selalu mawas dan sadar.
Post a Comment