Saturday, August 26, 2017

Rindu yang Menjelma dan Menyiksaku

Jangan kau tanya arti rindu yang menjelaga dalam ruang terdalam, karena kau tak pernah berusaha memahamiku. Hidupmu terlalu sibuk dengan silang sengkarut persoalan yang menjelma pada tiap nada bicaramu.

Aku hanyalah orang dengan keinginan sederhana itu, sesederhana kecupan kecilmu pada keningku saat mentari pagi datang. Adakah hal yang tak sulit itu memberatkanmu sayang? Entahlah, kau memang tak pernah mudah untu mengerti urusan orang lain, bahkan yang disampingmu tiap hari sekalipun.

Kehidupan kita dilihat dari luar sepertinya tidak akan bisa untuk membuat mereka tidak iri sayang. Orang memang selalu mudah untuk tertipu dengan apa yang tampak dimatanya. Dan parahnya langsung disimpulkan tanpa mau masuk dan melihat langsung.

Padahal kalau mereka tahu, ada hal-hal kecil yang justru buat aku iri pada kehidupan mereka. Ada nuansa ikatan bathin yang erat dan begitu telanjang aku bisa lihat. Aku begitu menikmati pemandangan yang mereka suguhkan tiap hari, meski dengan sangat terbatasnya kehidupan mereka.

Aku rindu akan itu sayang, sesuatu yang aku rasakan saat awal kita bertemu. Aku rindu dirimu yang dulu, rindu dengan keterbatasan materi tapi kita begitu lekat dan erat, sungguh aku rindu itu sayang.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Facebook

 
Powered by Blogger